Minggu, 06 Februari 2022


Yuk Berubah

@agusibnurahman


Sadar kan kalau waktu terus berjalan, nggak ada yang bisa ngembalikan waktu yang sudah lalu.

Sadar nggak, dengan ketidaktaatan kita padaNy, dengan kelalaian hati dari mengingatNya, dari ketidak ridhoan kita atas takdirNya, Allah dengan Maha Pengasih dan Maha Baik nya masih ngasi kita bagitu banyak kenikmatan, Allah masih ngasi kita rezeki, kesehatan, dan hidup hingga saat ini.

Artinya, Allah masih buka peluang selebar-selebarnya untuk kita memperbaiki diri.

Umur nggak ada yang tau, ayo lebih baik di tahun ini, perbaiki diri kita, isi hati kita, sifat buruk kita, prasangka buruk kita, kata-kata yang kita ucapkan.

Kalau melihat kesalahan orang lain, bercermin lah pada diri sendiri, bisa jadi kesalahan kita lebih banyak dari orang lain, hanya Allah saja tutup aib kita.

Jangan putus asa dari Rahmat Allah.

Senin, 23 November 2020



MULAI PEKA

 

Mungkin kita adalah seorang yang terlampau jauh dari kata baik, terlalu banyak kesalahan dan dosa yang terus saja dilakukan. Selintas terbesit untuk menghentikan itu semua, berkeinginan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

 

Sesekali kita memperhatikan mereka yang sibuk akan kebaikan terhadap sang pencipta maupun terhadap manusia. Sibuk menjalankan ibadah wajib bahkan sunnah, dekat dengan Al Quran dan mengamalkannya, rajin menolong dengan sesama, agenda sosial dimana-mana.

 

Kita pengen agar bisa seperti mereka yang disibukkan dengan kebaikan. Tapi, apa mungkin, sepertinya terlampau jauh, bingung mau mulai dari mana, karena setiap sisi diri penuh dengan noda. Apa mungkin tuhan akan memaafkan dosa kita yang begitu luas bagai lautan, seperti nya ini semua sudah terlambat.

 

Untuk menjadi lebih baik, tidak ada kata terlambat, karena kesempatan itu selalu ada. Mungkin dosa kita seluas lautan, namun ampunan Allah seluas samudera bahkan lebih besar.

 

Beruntunglah!

Jika kita masih memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik, itulah bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya. Allah masih menginginkan kebaikan pada diri kita. Allah terus memberikan 'kode' keras kepada kita.

 

Kita harus lebih peka dengan kode itu, Allah hadirkan mereka yang taat agar kita tobat, Allah hadirkan mereka yang bermanfaat agar kita tinggalkan maksiat.

 

Itulah hidayah!

Sekarang jemputlah ia dengan gembira, buanglah keraguan, karena keraguan datang nya dari setan, mereka tidak akan senang karena ini adalah jalan tuhan menuju kebahagiaan.

 

Jangan sampai rasa ingin berbuat kebaikan itu pergi, meninggalkan tubuh yang belum terinsyafi, hati yang tak ada celah cahaya lagi, lalu kita menyesal dikemudian hari.

 

Ingat!

Apabila kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan keburukan.


Jumat, 20 November 2020

Periksa Hati

Tidak semua amal kebaikan harus diketahui oleh makhluk, milikilah amal rahasia, hanya diri kita dan Allah yang tahu, coba kita cek berapa banyak aib yang kita tutup dengan  rapat, kita rahasiakan, nah sekarang berapa banyak amal yang kita rahasiakan seperti kita merahasiakan aib?

Bukan bearti semua amal di tutup atau dirahasiakan, lalu kita memperlihatkan pribadi yang tidak baik, cukuplah kita memperlihatkan teladan dan akhlak yang baik terhadap makhluk. Jangan pula hafalan Quran lancar tetapi suka mencecar, jangan pula sholat rajin berjamaah tetapi suka ghibah.

Coba kita cek lagi, untuk siapa kita melakukan amal, jika ada orang yang melihat seolah-olah khusyuk, tidak ada yang melihat ngantuk. Betapa banyak orang yang ingin menghafal quran dengan cepat, bukan tepat. Lebih berharap kepada hasil, tetapi tidak menghargai proses, mungkin memang perlu di cek kembali keikhlasan hati kita.

Jangan ingin dipuji, jangan takut dicaci. Terkadang kita marah jika kebaikan tak dihargai manusia, terkadang kita takut untuk berbuat baik karena akan di caci dan dibilang sok suci. Ketika kita berbuat baik kepada teman, menolong dia tetapi yang di tolong nggak mau terima kasih, lalu kita pun enggan untuk menolong nya lagi, ada yang salah dengan keikhlasan kita, padahal Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kebaikan seorang hamba sedikit dan sekecil apapun walaupun sebesar biji sawi, begipula sebalikanya. Dan allah Maha mengetahui yang ghaib maupun yang nyata.

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan [At-Taubah : 105].

Sekarang mari kita melatih hati untuk tidak mengingat-ngingat kebaikan, lakukan dan lupakan. Mari kita memperbanyak mengingat keburukan, agar selalu ingat dosa, dan senantiasa mengupgarde diri untuk menjadi lebih baik lagi. Wallahu a’lam


Selasa, 15 September 2020

 

KISAH PERJALANAN HIDUP

Selasa, 3 Agustus 1999 adalah hari yang berbahagia walaupun menggunakan sepeda Ayah menggonceng mak untuk mengantar mak ke Rumah Bidan yang kami panggil Bu Dora beralamat jl. Sumatera (M.Sohor) Gg. Mekar. Bagaimana tidak bahagia, anak kedua yang mereka dambakan dengan perawatan ekstra didalam kandungan selama 9 bulan akan lahir, pukul 16.30 WIB akhirnya terdengar teriakan bayi dengan berat 2.9 Kg dan panjang sekitar 50 cm, tak banyak teriakan hanya sekali saja, kemudian senyap diselimuti rasa haru dan bahagia. Bayi itu adalah saya, yang mereka beri nama Agus Hermanto Maulidin.

3 Agustus 2020, seorang bayi itu telah berusia 21 Tahun. Dari masa kecil nya sampai remaja telah banyak mengalami berbagai ujian dan cobaan, berbagai kesedihan dan kebahagiaan. 2002 Rumah kebakaran, namanya dipendekkan.2003 numpang di rumah orang. 2004 pindah di rumah sederhana, tanah yang dibeli ternyata sengketa. Di masa TK di antar pakai sepeda, dikejar anjing, ikut orang tua dagang, dia tak bisa jauh dari orang tua. Di masa SD, saat kelas 1 menjadi siswa satu2 nya yang masih pakai baju TK. Mulai mengenal dunia luar. Masih sangat polos.Di masa SMP, mulai mengeksplor diri, nyalon ketua osis walaupun gagal, nangis saat kemah pramuka pertama, jadi pemimpin regu, jadi ketua kelas tapi rangking selalu mendekati akhir, pemimpin upacara, manjat tiang bendera, jatuh cinta, ikut lomba pramuka, mengenal MLM, nabrak orang sampai mau dilaporkan polisi, kisah dengan mantan terakhir, wafatnya datok, dan masih banyak lagi kisah nya kalau di SMP nih.
Di Masa SMA, mulai menemukan arah kehidupan baru, terjebak di Aliyah, sehingga mulai untuk mengenal Agama, nyalon ketua osis walaupun gagal, jadi ketua kelas , nah kalau ini peringkat nya dikelas lumayan selalu 4 besar, jadi ketua PMR, jadi ketua PIK-R, jadi ketua MPK, dapat kesempatan mengikuti kegiatan tingkat kota sampai nasional, mulai rajin ke masjid, wafat nya Ayahanda tercinta. Di masa Kuliah, semakin paham akan kehidupan, alhamdulillah lulus SNMPTN, milih jurusan kuliah yang di luar jalur IPA, tak ada semangat lagi untuk berorganisasi karena ditinggal salah satu sayap kehidpan yaitu Ayah nya, hanya fokus di Masjid dan Radio, syukur masih ada mak dan along yang menjadi motivasi dia hingga bisa tegap berdiri saat ini, mak yang berjuang agar anaknya bisa mendapatkan beasiswa, betul saja rumah nya digusur karena tanah sengketa akhirnya pindah di rusunawa ditambah lagi dengan wafatnya nenek tercinta, membuat ia menjalankan kuliah yang biasa-biasa aja, nggak aktif di kelas, ke kampus pun hanya kalau ada keperlaun penting terkait perkuliahan. Saat ini udah masuk ke semester 7, artinya tinggal beberapa tahap lagi akan meninggalkan dunia kampus. Itu merupakan garis besar perjalanan hidupku, akan aku kupas satu persatu, biar bisa di kenang ketika tua dan anak cucu.

Yuk Berubah @agusibnurahman Sadar kan kalau waktu terus berjalan, nggak ada yang bisa ngembalikan waktu yang sudah lalu. Sadar nggak, dengan...