KISAH PERJALANAN HIDUP
Selasa, 3 Agustus 1999 adalah hari yang berbahagia walaupun menggunakan
sepeda Ayah menggonceng mak untuk mengantar mak ke Rumah Bidan yang kami
panggil Bu Dora beralamat jl. Sumatera (M.Sohor) Gg. Mekar. Bagaimana tidak
bahagia, anak kedua yang mereka dambakan dengan perawatan ekstra didalam
kandungan selama 9 bulan akan lahir, pukul 16.30 WIB akhirnya terdengar
teriakan bayi dengan berat 2.9 Kg dan panjang sekitar 50 cm, tak banyak
teriakan hanya sekali saja, kemudian senyap diselimuti rasa haru dan bahagia.
Bayi itu adalah saya, yang mereka beri nama Agus Hermanto Maulidin.
3 Agustus 2020, seorang bayi itu telah berusia 21 Tahun. Dari masa kecil
nya sampai remaja telah banyak mengalami berbagai ujian dan cobaan, berbagai
kesedihan dan kebahagiaan. 2002
Rumah kebakaran, namanya dipendekkan.2003 numpang di rumah orang. 2004 pindah
di rumah sederhana, tanah yang dibeli ternyata sengketa. Di masa TK di antar pakai sepeda, dikejar anjing, ikut
orang tua dagang, dia tak bisa jauh dari orang tua. Di masa SD, saat kelas 1 menjadi siswa satu2 nya yang
masih pakai baju TK. Mulai mengenal dunia luar. Masih sangat polos.Di masa SMP,
mulai mengeksplor diri, nyalon ketua osis walaupun gagal, nangis saat kemah
pramuka pertama, jadi pemimpin regu, jadi ketua kelas tapi rangking selalu
mendekati akhir, pemimpin upacara, manjat tiang bendera, jatuh cinta, ikut
lomba pramuka, mengenal MLM, nabrak orang sampai mau dilaporkan polisi, kisah
dengan mantan terakhir, wafatnya datok, dan masih banyak lagi kisah nya kalau
di SMP nih.
Di Masa SMA, mulai menemukan arah kehidupan
baru, terjebak di Aliyah, sehingga mulai untuk mengenal Agama, nyalon ketua
osis walaupun gagal, jadi ketua kelas , nah kalau ini peringkat nya dikelas
lumayan selalu 4 besar, jadi ketua PMR, jadi ketua PIK-R, jadi ketua MPK, dapat
kesempatan mengikuti kegiatan tingkat kota sampai nasional, mulai rajin ke
masjid, wafat nya Ayahanda tercinta. Di
masa Kuliah, semakin paham akan kehidupan, alhamdulillah lulus SNMPTN, milih
jurusan kuliah yang di luar jalur IPA, tak ada semangat lagi untuk
berorganisasi karena ditinggal salah satu sayap kehidpan yaitu Ayah nya, hanya
fokus di Masjid dan Radio, syukur masih ada mak dan along yang menjadi motivasi
dia hingga bisa tegap berdiri saat ini, mak yang berjuang agar anaknya bisa
mendapatkan beasiswa, betul saja rumah nya digusur karena tanah sengketa
akhirnya pindah di rusunawa ditambah lagi dengan wafatnya nenek tercinta, membuat
ia menjalankan kuliah yang biasa-biasa aja, nggak aktif di kelas, ke kampus pun
hanya kalau ada keperlaun penting terkait perkuliahan. Saat ini udah masuk ke semester 7, artinya tinggal
beberapa tahap lagi akan meninggalkan dunia kampus. Itu merupakan garis besar perjalanan hidupku, akan aku
kupas satu persatu, biar bisa di kenang ketika tua dan anak cucu.